Pemberontakan yang ada tak ayal dari tekanan batin yang bermula dari bayangan sosok perempuan bermata sipit itu. Tak kuingini akan kepalan bola air yang mendarat dikedua wajah lesuh nan pasih ini.Tak ada spekulasi atau alat yang ampuh untuk menangkis tekanan-tekanan itu. Benteng keimanan sudah hancur, kehangatan keluargapun telah mengikis begitu saja. Ahhh. lagi-lagi keluh-mengeluh tentang ini. Nego demi nego telah dilaksanakan namun tak ada yang meng-iakan, tak ada yang mengangguk. Semua jawaban sama, HARUS! Hal yang membuat batinku bertahan sespasi dan sejengkal hanyalah sesosok laki beruban, namun harapanpun usang. Tidak sesuai dengan kenyataan yang kuingini.Hanya pemberotakan yang menyahabat denganku. PEMBERONTAKAN!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar